Facebook Sesumbar Berhasil Kalahkan ISIS dan Al-Qaeda

Technologue.id, Jakarta – Satu langkah maju dari taipan media sosial, Facebook, telah terlaksana. Juni lalu, platform dengan pengguna lebih dari 2 miliar sedunia itu menyatakan sudah siap memerangi ideologi terorisme dan provokasi kekerasan yang disebarkan penggunanya. Facebook saat itu coba menekannya memanfaatkan artificial intelligence (AI), yakni dengan menghapusnya sebelum dikonsumsi netizen lain.

Enam bulan berselang, Facebook dengan bangga mengklaim bahwa tantangan memernangkan perang melawan terorisme online sejauh ini telah dimenangkannya. Pada redaksi secara tertulis, perwakilan Facebook menjelaskan bahwa AI yang mereka kembangkan sudah efektif untuk mendeteksi dan menghapus terorisme.

Baca juga:

Game-game Seru Ini Segera Hadir di Facebook Messenger, Bersiaplah!

Desember ini, AI bikinan Facebook sukses menghapus 99 persen konten terkait teror ISIS dan Al-Qaeda sebelum ada laporan dari user lain. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada konten yang dihapus sebelum konten tersebut diunggah di Facebook.

“Kami melakukan hal ini melalui penggunaan sistem otomatis seperti pencocokoan foto dan video dan pembelajaran mesin berbasis teks. Begitu kami menemukan konten teror, kami menghapus 83 persen salinan postingan dalam waktu satu jam setelah konten itu diunggah,” jelas perwakilan Facebook itu.

Baca juga:

Facebook Akan Jadikan Selfie Anda Sebagai Senjata Rahasia, Begini Konsepnya

Namun, ini bukan berarti tugas Facebook sudah usai. Penerapan AI untuk memberantas terorisme tidak sesederhana itu, karena machine learning perlu “dilatih” terlebih dulu. Makanya, Facebook sampai saat ini masih fokus memerangi konten yang berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS dan Al-Qaeda karena data yang Facebook miliki terkait mereka terhitung cukup.

Perusahaan berumur 13 tahun itu juga terus bekerja sama dengan organisasi yang ahli dalam terorisme global dan intelijen siber, seperti Flashpoint, Middle East Media Research Institute (MEMRI), SITE Intelligence Group, dan University of Alabama untuk menandai Pages, Profil, dan Groups di Facebook yang berpotensi dikaitkan dengan kelompok teroris.

Baca juga:

Facebook Tiba-tiba Hapus Fitur “Stories” di Messenger, Ini Gantinya

“Kami berharap dari waktu ke waktu kami dapat secara bertanggung jawab dan efektif memperluas penggunaan sistem otomatis ini untuk mendeteksi konten dari organisasi teroris regional juga,” tambah mereka.

 

Latest News

Spotify Wrapped Lagi Hits, Begini Cara Buatnya

Technologue.id, Jakarta - Memasuki penghujung tahun, Spotify Wrapped yang berisi daftar lagu hingga podcast yang sering didengar di sepanjang tahun kembali populer...

10 Tahun Indonesia Berpartisipasi dalam Shell Eco-marathon

Technologue.id, Jakarta - Partisipasi Indonesia dalam kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia telah genap memasuki sepuluh tahun. Berbagai inovasi kendaraan hemat energi dan...

Nuansa Papua Hadir di Google Doodle

Technologue.id, Jakarta - Nuansa Papua hadir di Google Doodle hari ini, Jumat (4/12/2020). Mulai dari Noken, rumah adat Honai, hingga pegunungan Jayawijaya.

Apple App Store Umumkan Pemenang Best of 2020

Technologue.id, Jakarta - Di ujung tahun 2020, semakin banyak yang berikan penghargaan untuk game terbaik yang rilis sepanjang tahun ini. Apple sendiri...

Gandeng Content Kreator dan Brand Lokal, Smartfren Bikin WowLabs

Technologue.id, Jakarta - Smartfren resmi luncurkan platform kokreasi bernama WowLabs. Platform ini dibuat khusus sebagai wadah untuk tingkatkan semangat kolaborasi para pelaku industri...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here